Artikel Jakarta
Pengguna Jalan di Jakarta Paling tak bahagia di DuniaPengguna jalan di Jakarta terbukti sebagai pengguna jalan paling tak bahagia di dunia. Berdasarkan riset Journey Experience Index yang dilakukan perusahaan konsultan bisnis Frost &... |
Jakarta Bebas Banjir Akhir Tahun 2011Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo menjanjikan akhir tahun ini Jakarta bebas genanngan air. Tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum telah mengeringkan 3 lokasi... |
Jakarta Berjuang Tak Tenggelam pada 2030Kementerian Lingkungan Hidup memprediksi sebagian wilayah Ibu Kota Jakarta akan tenggelam pada 2030 nanti. Tingginya emisi gas rumah kaca di Jakarta menyumbang terjadinya pemanasan global... |
Pakar: Kerusakan Jembatan di Ibu Kota Bisa BerbahayaPakar konstruksi jembatan dari Politeknik Negeri Jakarta, Fauzri Fahimuddin memperingatkan untuk mewaspadai kerusakan yang terjadi di jembatan Ibu Kota, Selasa (1/3). Seperti retakan yang terjadi... |
Sopir Metromini Khawatirkan Koridor XIRencana pembangunan jalur transjakarta Koridor XI Kampung Melayu-Pulo Gebang ternyata dikeluhkan sejumlah sopir angkutan umum yang melewati jalur tersebut. Mereka khawatir, jika kelak bus transjakarta... |
DKI Punya Komisi PenyiaranProvinsi DKI Jakarta kini memiliki Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Hadirnya lembaga ini diharapkan dapat menjamin masyarakat Jakarta memperoleh informasi yang layak, obyektif, benar, dan... |
Jakpus Nomor Satu Sarang Tawuran?Perkelahian antarwarga di Jakarta seakan tidak ada habisnya. Dalam bulan Mei 2011, paling tidak telah terjadi empat aksi tawuran antarwarga Ibu Kota. Terbanyak aksi tawuran... |
Wisata Jakarta
Pulau Tidung, Primadona Baru Tujuan Wisata Warga JakartaKalau selama ini Bandung atau Puncak Bogor merupakan tujuan wisata favourit warga Jakarta untuk mengisi liburan akhir pekan, tampaknya akan bertambah lagi satu lokasi tujuan... |
Jalan-jalan ke Dunia Fantasi di Musim HujanAwal tahun 2011, liburan sekolah baru saja usai. Januari ini hujan sering turun di pagi hari, bahkan terus-menerus sampai siang. Tapi hujan bukan halangan untuk... |
Festival Kemang 2009Jalan Kemang di Jakarta Selatan, dikenal sebagai kawasan yang banyak memiliki cafe tempat orang-orang berkumpul sambil menikmati berbagai macam makanan. |
Island style - Diving weekend on Papa Theo IslandWhat better way to experience diving in Indo than on a private island. Yes, that's right...we were fortunate enough to be invited to spend the... |
Kebun Binatang RagunanKebun Binatang Ragunan Jakarta, bisa jadi adalah tempat rekreasi favorit bagi kelas menengah ke bawah karena tiket masuk yang sangat murah dibanding tempat wisata lainnya... |
Wisata sehari di JakartaUntuk wisata 1 hari di jakarta Anda dapat memulai mengunjungi :1. ANCOL BAY CITYbiaya pintu masuk Dewasa /org: Rp.12.000,-biaya pintu masuk /Mobil: Rp.10.000,-(kalo tidak naik... |
Jalan-jalan ke Dunia Fantasi di Musim Hujan
Awal tahun 2011, liburan sekolah baru saja usai. Januari ini hujan sering turun di pagi hari, bahkan terus-menerus sampai siang. Tapi hujan bukan halangan untuk menunaikan rencana untuk teriak-teriak di Dunia Fantasi Ancol, menikmati berbagai wahana pacu jantung, setelah sekian bulan bekerja mencari uang di belantara Jakarta.
Perjalanan dilakukan hari minggu pagi, berangkat dari rumah yang berlokasi Depok pukul jam 8 pagi. Sebetulnya rencana sebelumnya ingin pergi pada hari kerja saja, biar lebih murah dan lrebih sepi. Tapi karena istri tak bisa bolos kerja, terpaksa diundur ke hari Minggu.
Sebelum pergi, beberapa hari sebelumnya kami sudah browsing tentang cara pergi ke Dufan dengan menggunakan angkutan umum. Ada dua cara yang kami dapatkan, yaitu dengan kereta ekonomi AC turun di Stasiun Kota, trus di sambung taksi, atau dengan kereta wisata dari Depok Lama langsung ke Ancol.
Akhirnya kami memilih cara pertama, yaitu dengan kereta ekonomi AC, dengan tarif Rp. 5.500,- perorang, dari stasiun Depok baru ke Stasiun Kota. Sebelumnya, dari rumah kami berangkat menggunakan motor, dam dititipkan di penitipan motor yang banyak tersedia di sekitar stasiun, dengan tarif Rp. 2.500,- seharian.
Setelah sampai di Stasiun Kota, perjalanan di lanjutkan dengan taksi Blue Bird langsung ke Dufan. Dari info yang kami dapat di internet, jarak dari Stasiun Kota ke Dufan tak terlalu jauh, sedangkan untuk menggunakan taksi ada tarif minimalnya, yaitu Rp. 25.000,-.
Ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Dari Stasiun Kota ke Dufan, argometer menunjukkan angka di kisaran Rp. 15.000,- dan kita bisa membayarnya senilai itu, tanpa dikenakan biaya minimum. Karena supirnya cukup ramah, kami memberinya tip Rp. 5.000,-. Untuk masuk ke area Ancol, taksi Blue Bird tidak dikenakan biaya, termasuk supir taksinya, karena di depan Dufan itu memang ada pangkalan taksi Blue Bird nya. Saya tidak tahu apakah taksi lain bebas biaya masuk juga.
Di hari libur, tiket masuk terusan ke Dufan ternyata seharga Rp. 150.000,- per orang, termasuk anak di atas 2 tahun dikenakan biaya penuh. Sedangkan hari biasa tiket masuk seharga Rp. 80.000,-
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi lewat, dan pintu gerbang Dufan belum dibuka. Tapi pengunjung sudah banyak yang antri, di bawah awan mendung yang gelap, pertanda akan segera turun hujan.
Dan akhirnya hujan pun turun, mengguyur pengunjung yang banyak diantaranya tidak membawa payung. Hingga akhirnya pintu masuk Dufan terbuka, para pengunjung antri masuk sambil dicap tangannya dibawah guyuran hujan lebat.
Ternyata dalam kondisi hujan, banyak wahana permainan di Dufan yang tak bisa beroperasi, hingga kami harus berkeliling mencari permainan yang bisa dinikmati. Terutama wahana Bianglala, kincir angin raksasa ini sangat sensitif terhadap hujan, bahkan gerimis kecil sekalipun. Ini karena rem roda raksasa yang terbuat dari besi yang terletak di tiang penopangnya, sangat peka terhadap air, hingga kalau basah rem tersebut tak bisa berfungsi hingga Bianglala akan sulit dikendalikan.
Karena banyak wahana yang belum beroperasi, kami akhirnya masuk ke rumah kaca dan rumah miring, yang bisa dimasuki langsung dan tak terpengaruh cuaca. Baru menjelang siang hujan mulai reda, satu persatu wahana bisa beroperasi, termasuk Bianglala. Beberapa wahana baru bisa dinikmati setelah melalui antrian panjang para pengunjung. Jadi, seperti kebanyakan orang bilang, datang ke Dufan lebih banyak habis waktu buat antrinya dari pada buat senang-senangnya.




