Sopir Metromini Khawatirkan Koridor XI

Rencana pembangunan jalur transjakarta Koridor XI Kampung Melayu-Pulo Gebang ternyata dikeluhkan sejumlah sopir angkutan umum yang melewati jalur tersebut. Mereka khawatir, jika kelak bus transjakarta melewati trayek mereka, pendapatan mereka menjadi berkurang.

"Jelas kami resah, usaha kami jadi tambah saingan. Busway tidak ada aja sudah sepi, sewa jarang," kata Gipsy, sopir Metromini 47 jurusan Pondok Kopi-Senen, saat menunggu penumpang di Halte Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (21/5/2011).

Hal senada diungkapkan Apri. Pria yang sudah sebelas tahun menjadi sopir metromini ini mengatakan, dia baru tahu kalau bus transjakarta akan melewati jalur yang dilaluinya setiap hari. "Sekarang aja sewa sudah susah, apalagi busway masuk," keluhnya.

Apri mengaku harus menyetor uang sebesar Rp 300.000 kepada pemilik bus. Itu pun kurang terus, apalagi ada bus transjakarta. "Paling saya bisa bawa pulang Rp 40.000 sehari," ujarnya.

Apri berharap, dengan masuknya bus transjakarta di jalur tempatnya mencari nafkah, pemerintah bisa lebih memikirkan nasib para sopir metromini di jalur tersebut.

"Saya sangat mengharapkan pemerintah memikirkan nasib kami, syukur-syukur kalau saya diterima jadi sopir bus transjakarta," harapnya.

Apri mengatakan, salah seorang temannya yang sebelumnya menjadi sopir metromini kini menjadi sopir bus transjakarta. "Sayang ijazah saya cuma SMP," ujarnya.

Sumber: kompas.com