Pulau Harapan, Tujuan Lain di Kepulauan Seribu
Banyak orang mengenal Pulau Tidung sebagai tujuan pariwisata di gugusan kepulauan Seribu. Keindahan Pulau Tidung dengan jembatan cintanya mempesona banyak orang untuk datang, sehingga mengubah pulau tersebut menjadi wilayah industri pariwisata yang melibatkan secara langsung penduduknya. Namun dengan semakin derasnya pengunjung yang datang, membuat pulau tersebut terasa sesak saat akhir pekan.
Padatnya pengunjung yang datang ke Pulau Tidung, membuat penggemar wisata air - seperti saya - mencari tujuan lain untuk dinikmati. Pulau yang tak terlalu hingar-bingar tapi tetap memiliki keindahan laut di sekitarnya. Dan pencarian itu terlaksana tanggal 19 - 20 November 2011 yang lalu. Perjalanan ke Pulau Harapan, sebuah pulau yang agak jauh dari Pulau Tidung, membutuhkan sekitarĀ 3 jam perjalanan laut dari Muara Angke.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Pulau Harapan memberi saya dan beberapa rekan lain harapan untuk bisa menikmati keindahan laut yang masih bersih, indah, banyak ikan dan terumbu karang saat kami snorkling nanti. Di Pulau Harapan sendiri sebetulnya tak ada tempat yang istimewa. Pulau ini lebih merupakan home base untuk para pengunjung, karena disini lah tempat yang menyediakan home stay dan pangkalan perahu yang bisa disewa.
Sekitar hampir tengah hari kami sampai di Pulau Harapan, kami langsung berkemas untuk segera berkeliling ke beberapa pulau yang letaknya berada di sekitar Pulau Harapan. Sebelum memulai perjalanan kami makan siang dulu menikmati sajian yang disiapkan pemilik penginapan. Makan siang, makan malam, dan makan pagi di sini selalu menyajikan ikan yang tak pernah absen untuk disantap.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Pulau Putri
Tujuan pertama kami adalah Pulau Putri, yang saat kami datang tengah ramai karena dijadikan lokasi lomba saat acara Asean Games tahun 2011. Di pulau ini terdapat aquarium bawah air yang tak terlalu besar. Koleksi ikannya pun tak terlalu banyak. Sebetulnya pada hari biasa pengunjung harus membayar kalau mau masuk ke dalam aquarium ini. Namun karena kebetulan ada acara Asean Games ini, kami bisa masuk secara gratis.
Pulau Putri ini tampaknya merupakan sebuah pulau wisata yang tak ada penduduknya, tapi terdapat restauran dan kemungkinan ada penginapannya juga. Sayang kami tak bisa terlalu jauh melihat-lihat isi pulau ini karena ada acara olah raga negara-negara Asean tersebut.
Pulau Perak
Ini tujuan kami selanjutnya setelah dari Pulau Putri, dan tujuan kami ke pulau ini adalah untuk snorkling. Sebetulnya yang kami tuju bukanlah daratan dari Pulau Perak itu sendiri, melainkan perairan dangkal yang di dasarnya juga tak ada apa-apanya, tak ada terumbu karang melainkan bulu babi yang harus kami waspadai jangan sampai terinjak.
Juru mudi perahu menunjukkan kami tempat ini untuk snorkling dengan cara menyebarkan makanan seperti roti dan biskuit yang akan menarik ikan-ikan untuk datang. Keberadaan ikan-ikan itu lah yang kami nikmati sambil snorkling dan menyebar makanan.
Pulau Sepa
Pulau ini juga merupakan tujuan untuk snorkling, jadi kami tak naik ke daratan melainkan berada di perairan dekat pulau tersebut. Berbeda dengan Pulau Perak, perairan disini cukup dalam, lebih dari tiga meter dalamnya. Disini tak ada ikan, tapi justru banyak terdapat terumbu karang yang lumayan cantik untuk di nikmati.
Pulau Gosong
Seperti namanya, pulau ini seperti pulau yang terpanggang panasnya matahari hingga tak ada tanaman yang tumbuh di atasnya. Hanya hamparan pasir putih belaka yang menghiasi dari ujung ke ujung. Lucu juga.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Pulau Bira
Tujuan berikut sebelum pulang adalah menunggu sunset di Pulau Bira. Pulau ini tak berpenduduk dan memiliki pantai dengan pasir yang putih dan lembut. Airnya pun bening. Sayang, masih ada saja sisa-sisa pengunjung yang tak enak dipandang, seperti botol air mineral, plastik dan sampah lainnya. Lebih dari sejam kami menunggu sunset, agak kecewa karena agak tertutup awan sebelum benar-benar masuk ke bawah horison. Setelah puas kami memutuskan kembali ke penginapan, antri untuk mandi dan menikmati ikan bakar malam harinya.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Esok paginya sebelum kembali ke Muara Angka sekitar tengah hari nanti, kami menyempatkan melihat penangkaran penyu di Pulau kelapa yang letaknya di seberang Pulau Harapan. Hujan menguyur sejak dari pagi setelah sekian bulan tak datang di kepulauan ini, dan terus turun sampai siang seperti melepas kepergian kami meninggalkan Pulau Harapan untuk kembali ke Jakarta yang hiruk-pikuk dan ramai.
































