Jalan-jalan Bali Part 3 - Bertemu master pemahat I Wayan Mudana di Ubud

Sebelum benar-benar meninggalkan daerah Ubud menuju Bedugul, teman saya yang seorang wartawan di sebuah majalah pariwisata di Bali, menyempatkan untuk mencampur pekerjaan dengan kesenangan. Ia mengajak saya untuk mampir ke sebuah workshop seorang pemahat yang reputasinya sudah mendunia. Sekali lagi saya pikir ini ide yang cukup menarik, karena memang bukan tujuan yang biasa bagi orang yang berwisata ke pulau dewata.

Pemahat tersebut bernama I Wayan Mudana, pernah berpameran di Jerman bersama pemahat-pemahat dari negara lain. Beberapa karyanya bahkan dipajang di museum di Jerman. Dari beberapa foto yang terpajang di dinding workshop tampak beberapa sosok terkenal seperti Sri Mulyani, pernah datang dan membeli patung kayu karya Wayan Mudana.

I Wayan Mudana
Koleksi patung I Wayan Mudana
koleksi patung koleksi patung
koleksi patung koleksi patung
patung dalam tahap pengerjaan workshop I Wayan Mudana

Pria kelahiran April tahun 1953 ini mengaku tak lulus sekolah dasar, dan belajar memahat pada seorang master pemahat di Bali. Kini koleksi hasil pahatannya sudah sangat banyak memenuhi ruang workshopnya, juda terpajang di art gallery di Bali. Harga hasil karya Pak Wayan sangat bervariasi dari sekitar 6 juta sampai 600 juta rupiah. Tapi banyak pula karyanya yang tak dijual alias koleksi pribadi.

Banyak karya Pak Wayan terinspirasi dari kecantikan wanita, karena menurutnya kelembutan wanita merupakan sesuatu yang menarik untuk dinikmati. Kayu yang banyak digunakan untuk membuat ukiran diantaranya kayu di pohon kamboja, waru, jati dan ebony.


 

Related Titles

Banner
Advertorial