Jalan-jalan Bali Part 2 - Ubud

Bertolak dari Kuta menuju Ubud, matahari hampir tegak di atas kepala. Panasnya mulai menyengat terasa seperti menembus tulang kami yang berkendara dengan roda dua membelah jalanan Pulau Dewata. Dalam perjalanan menuju Ubud, teman saya yang sudah beberapa bulan menjadi wartawan di Bali, mengusulkan untuk mempir di pelabuhan Benoa untuk sekedar melihat kapal nelayan atau kapal pesiar yang tengah bersandar.

Pelabuhan Benoa
Saya pikir itu ide yang menarik karena bukan tujuan yang umum bagi turis yang berkunjung ke Bali. Saya berharap akan ada spot-spot yang menarik untuk diabadikan dengan kamera poket digital saya. Hal yang sangat menarik ketika masuk ke area pelabuhan sebetulnya adalah adanya sebuah kapal pesiar besar yang bisa kami lihat dari kejauhan. Namun sayang karena kami tak bisa melihatnya dari dekat karena khawatir bakal menyita banyak waktu, hingga kami hanya mampir sebentar di dermaga yang banyak perahu nelayannya.

Pelabuhan Benoa Pelabuhan Benoa
Pelabuhan Benoa Pelabuhan Benoa
Hutan Mangrove Hutan Mangrove
Hutan Mangrove Hutan Mangrove

Selesai melihat perahu nelayan kami melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar dermaga. Sepanjang jalan tersebut saya lihat terdapat banyak pohon mangrove hingga membentuk sebuah hutan, hutan mangrove. Ternyata keberadaan hutan mangrove tersebut menjadi pemandangan yang menarik.

Pantai Sanur
Tempat mampir berikutnya sebelum kami lanjutkan menuju Ubud, adalah pantai Sanur. Di area dekat pantai tersebut rencananya kami akan sekalian makan siang mengisi perut yang sangat lapar.

Dalam perjalanan menuju pantai, banyak polisi yang sedang mengadakan rajia kendaraan. Untungnya saat itu bukan saya yang sedang membawa motor, karena saya ingat saya tak membawa SIM yang sengaja saya tinggalkan di rumah. Jadi bagi Anda yang berencana menyewa motor untuk jalan-jalan di Bali, ingat untuk membawa SIM Anda, karena menurut cerita temannya teman saya yang tertangkap mengendarai motor tanpa SIM, maka penyelesaian masalahnya akan susah.

Pantai Sanur Pantai Sanur
Pantai Sanur Pantai Sanur
Pantai Sanur Pantai Sanur
Pantai Sanur Pantai Sanur

Pantai di Sanur banyak digunakan untuk kegiatan diving dan memancing. Untuk kegiatan berenangnya sendiri tak sebanyak di Kuta karena pantai di Sanur memang tak sebagus di Kuta untuk kegiatan berenang.

Ubud
Setelah selesai melihat-likat sekilas pantai di Sanur, perjalanan menuju Ubud kami lanjutkan. Tiba di Ubud saat menjelang sore dan langsung menuju Home Stay yang sudah dipesan sebelumnya. Home Stay yang kami tempati bernama Ari House, terletak di jalan Honoman Gg. Anila, sebuah rumah penginapan yang asri dengan banyak tanaman yang menghijau dan dilengkapi dengan air hangat untuk mandinya. Biaya menginap disini 125 ribu rupiah untuk 2 orang.

Karena lelah setelah bermotor dari Kuta ke Ubud, kami beristirahat sejenak tidur-tiduran untuk sore harinya melanjutkan melihat pemandangan di sekitar Ubud sampai dengan ke Tegalalang. Saat kedatangan saya ke Bali tak lama setelah hari raya Galungan yang dirayakan umat Hindu di Bali, hingga masih banyak hiasan dari janur yang terpasang di sepanjang jalan. Hiasan tersebut mirip dengan janur yang biasa kita lihat saat ada orang kawinan.

Setelah merasa cukup beristirahat kami kembali melanjutkan bermotor menuju daerah persawahan yang menjadi ciri khas daerah Ubud. Bedanya dengan daerah persawahan di daerah lain, sawah di Ubud banyak bersebelahan dengan villa mewah yang sengaja dibangun di area persawahan itu. Dan bicara mengenai persawahan yang indah, teman saya mengajak ke daerah Tegalalang yang memiliki spot dimana sawah didaerah tersebut tersusun sedemikian rupa, bertumpuk di lereng yang cukup curam, seperti teras alam yang ditumbuhi padi, sungguh pemandangan yang luar biasa.

Ubud Ubud
Ubud Sawah tidak dijual
Terasering di Tegalalang Terasering
Terasering Terasering

Di Ubud juga terdapat Monkey Forest seperti yang terdapat di Sangeh, hanya saja kami tak sempat masuk ke dalamnya karena hari sudah terlalu sore. Jadi kegiatan kami di Ubud lebih banyak mengunjungi spot-spot persawahan yang menarik, dan menikmati kehidupan malam di jalanan Ubud, yang tak seramai di Kuta tapi tetap dinamis dengan pemandangan wisatawan mancanegara yang lalu-lalang.

Suasana malam menjelang tidur di sekitar Home Stay yang kami tempati sedikit terasa, hhh.. apa ya, saat anjing yang tadi sore kami lihat berkeliaran di gang, menjelang tengah malam terdengar berisik, melolong seperti suara serigala. Untungnya selepas tengah malam keriuhan itu mereda, hingga kami bisa tidur dengan tenang, beristirahat untuk melanjutkan perjalanan kami esok harinya, menuju danau Beratan di Bedugul.

Budgeting:
Sewa Home Stay: Rp. 125.000,-
Sewa internet di Ari House: Rp. 6.000,- / jam
Masuk pelabuhan Benoa: Rp. 1.000.-
Makan Padang: Rp. 10.000,- - Rp. 15.000,-

Contact:
Ari House Home Stay: 0361-976334


 

Related Titles

Banner
Advertorial