Jakarta-Purwakerto-Kp. Sampiereun

Mau cerita perjalanan ke Purwokerto. Dari Jakarta sampai ke Garut jalanan relatip bagus. Dari pertigaan Nagreg sempat bingung krn papan arah ke Garut di tutup samar samar. Tapi krn ada mobil belok kearah sana saya ikuti saja. Rupanya ada orang iseng nutup nutup atau mungkin pernah memang ditutup jalan ke Garut.

Jalanan kurang mulus dan potensial kalau hujan terus bakal barolong deh. Tapi ketika liwat akhir Maret kemarin masih ok. Setiba di Garut ke Tirta Gangga ternyata penuh (memang sengaja ga booking mau milih milih nginap dimana). Ya udah makan dulu ke Mie Parahyangan, kurang begitu enak menurut lidah kami, restonya juga suram/gelap. Basonya sih ok, tapi babat rawey nya alot.

Dari situ rundingan cobain ke Kp Sampieruen sekalian kalau masih terang mau ke Kamojang. Tiba di Sampierun masuk parkir, sepi sekali. Di Receptionist ada karyawan dan gaya bicaranya cenderung sombong. Dan ketika ditanya bukan receptionist, tanpa berusaha menjelaskan si karyawan ini pergi. Receptionist desk jadinya kosong.

Ya sudah kami lihat lihat disekitar lobby menunggu. Datang seorang karyawati, dan kami tanya mau nginap tapi mau lihat lihat dulu spt apa. Oh ga bisa pak, kami tidak pernah memperlihatkan kamar kecuali Anda pasti nginap disini. Weleh weleh.. ya sudah daripada beli kucing dalam karung kami batalkan niat menginap disana. Mengingat waktunya juga masih cukup seandainya kami mau terus ke Jawa Tengah atau ke Pangandaran.

Jalan jalan disekitar Kamojang, kmd kembali ke arah Cipanas, mau sekalian ngopi ngopi di Jemanii.  Ngeliat ada hotel di dekat pertigaan Cipanas, Banyu Alam keliatan masih baru.
Dan memang baru 8 bln operasi. Kami ambil bungalow VIP dan didalamnya masih cukup bersih, kolam air panas cukup besar di sisi dalam, jadi ada privasi tapi ditempat yg terbuka.

Ongkos nginap 410.000.- termasuk makan pagi yg paling ga enak. Ditengah komplek ada kolam besar berisi ikan mas. Penataan taman secara umum cukup cantik. Sayang pengelolaannya terlihat kurang profesional. Mis: kursi kursi diberanda sudah bersarang laba laba krn mungkin dianggap sudah dibersihkan setelah tamu terakhir, WC duduk tidak berfungsi flushernya. Mungkin bungalow VIP jarang diinapi. 

Ini problem sama di hotel Nyland Cipaganti sewaktu bln Feb nginap disana, (Kasus waktu itu: Ambil kamar VIP tapi seprei, sarung bantal, handuk, lantai, keset dalam keadaan kotor, terasa sekali debu banyak dimeja, tv. Memang tanggapan cepat, segera dibersihkan. ) Banyak hotel yg kurang keliatannya kompetensi utk operasionalnya, mereka menganggap kalau sudah dibersihkan ya akan bersih terus. Banyu Alam berpotensi dalam beberapa bulan akan menjadi kusem.

Malam makan di Cibiuk, juga rasanya biasa biasa banget. Tempat ok juga. Lain kali mah mau nyoba yg lain dulu. Besoknya lanjut ke Purwokerto, jalanan cukup mulus kecuali selepas Banjar - Karang Pucung dan beberapa section sblm Wangon mesti manuver krn lobang cukup besar besar dan permukaan tidak mulus. Selanjutnya sampai ke Purwokerto relatif baik.

Salam,

Tanu


 
Banner
Advertorial