Berbecak keliling Yogya dan bakpia maknyussss
Week end pemilu yang lalu, saya dan beberapa teman sesama penerjemah rame2 ke Yogya untuk memeriahkan acara Bahtera Goes to Yogya. duuuh, cari tiket pesawat (yang murmer) dan hotel susah banget! long week end gitu loh! akhirnya dapat juga Garuda, berangkat Jumat, pulang Sabtu, dengan harga less than Rp990rb return.
Mirota penuh sesak!! tapi, karena banyak pesanan, terpaksa belanja juga, meskipun kurang puas dengan hasil yang didapat. food court di lantai 3 juga sangat mengecewakan karena gudegnya habis (padahal baru jam 3 sore), dan bitterbalennya seperti kentang tumbuk yang digoreng macam bakso! jus alpukatnya maniiis gak karuan! not recommended lah.
yang menyenangkan hati adalah acara berbecak ria pada Jumat malam, hanya Rp20rb dari daerah Dagen menuju Wijilan untuk ma'em gudeg. kirain Rp20rb itu pulang balik... eh, ternyata boleh keliling Yogya sepuasnya! dengan hati riang setelah mendapat info ini, keempat tukang becak pun kami ajak makan gudeg. ruarrr biasa! 11 porsi gudeg tahu+telor, 14 kerupuk, 7 gelas es jeruk, 3-4 piring sambel tomat... hanya menyenggol kantong Rp125rb saja!!! cek cek cek!
dari Wijilan kami berbecak lagi menuju Ngasem ke tk batik Setaman (or was it TamanSari?). .. nah, di sini batiknya bagus2 dan belanjanya nyaman, tidak berdesakan seperti di Mirota. harga batik pun bervariasi, dari yang puluhan ribu sampai yang ratusan ribu... saya lebih merekomendasikan toko batik ini daripada Mirota.
selesai belanja di Ngasem, becak digenjot lagi dengan ceria menuju Beteng, diterpa semilir angin yang sejuk... ternyata toko ini ya sami mawon, tapi lebih banyak cendera mata berupa kerajinan... ada teman yang memborong sandal, katanya lutuuu dan murah. saya hanya beli dua kaos bergambar andong Yogya untuk kedua cucu tercinta yang menunggu nifinya di Jakarta.
karena hari sudah malam, becak pun kami minta kembali saja ke hotel di daerah Dagen... 3 jam berbecak, hanya perlu bayar Rp20rb... tapiii, malu dong sama Kepala Suku yang sudah mengajari kita untuk memberikan tip yang lebih manusiawi... so, kami ikut bahagia melihat sumringah keempat "limo drivers" ini yang mendapat surprise tips yang cukup besar dari kami
bertujuh.
keesokan harinya, istri teman yang tidak ikutan seminar di UGM ber-limo lagi dengan becak yang sama dengan malam sebelumnya menuju tempat bakpia ... apa ya namanya, pakai sari-sari begitu... tapi ternyata baru tengah hari sudah kehabisan! akhirnya beli dari gerai bakpia di dekat hotel di daerah Dagen... ternyata oh ternyata uenaaak tenan!! bakpia kacang hijaunya lembuuut dan empuk banget, meskipun 5 hari kemudian masih bisa dinikmati untuk yang terakhir kalinya di Bandung. yang rasa keju juga maknyuuus... pokoknya ini bakpia terlezat yang pernah saya coba!
kabita ngga nih JSers Jakarta? ternyata ada lho di Jakarta, kata teks di kotaknya, dijual di Carefour... mereknya Djogdja.. kotaknya mungil berwarna kuning muda (krem) dengan hiasan batik berwarna cokelat. harganya di Yogya Rp15rb untuk isi kacang hijau, dan Rp17rb untuk isi keju. monggo silakan coba, siapa tau selera bakpianya sama dengan selera saya dan keluarga...
salam manis,
sofia a.k.a NiFi
