Cafe Disto, Cipete, Jakarta Selatan

Seingat saya waktu itu liburan lebaran, saya sedang nonton sebuah stasiun TV swasta yang menayangkan acara wisata kuliner. Tema acaranya adalah perburuan ayam bakar paling lejat di Jakarta. Bukan main!

Suasana Cafe Disto yang bersahajaPembawa acara di acara tersebut seorang pria bule yang ditemani asisten lelaki orang Indonesia asli. Dikisahkan si bule ini berpetualang keliling Jakarta mencari ayam bakar paling lejat se Ibu Kota Indonesia. Ada beberapa rumah makan yang ia kunjungi yang menurutnya memiliki ayam bakar yang sangat nikmat rasanya. Tapi akhir perjalanannya tentu saja harus di tempat yang menurutnya memiliki rasa ayam bakar paling nikmat. Dan tempat itu ia temukan di sebuah tempat makan yang sangat bersahaja di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Cipete, tepat di depan sebuah rumah makan khas sunda yang megah.

Saya kebetulan tahu tempat itu, dan pernah makan di sana. Sayangnya saya tidak makan ayam bakarnya saat itu, melainkanSuasana Cafe Disto yang bersahaja menikmati tempe yang dicampur cabe hijau yang pedas sekali rasanya, plus ikan bakar yang direkomendasikan oleh teman saya. Dan rasanya memang nikmat. Saya makan di sana karena tempat itu dijadikan tempat pertemuan reuni teman-teman kantor tempat saya kerja sebelumnya. Saat itu malam, hujan turun deras. Kami yang duduk diluar sibuk menggeser-geser kursi dan meja karena atap di atas kami bocor. Iya, bocor. Basah di mana-mana. Sampai kami harus duduk berdesak-desakan.

Tempat itu, Café Disto namanya, memang bukan sebuah tempat yang megah. Tapi bisa memberi kehangatan di saat hujan deras mengguyur Jakarta malam itu. Apalagi dtemani kopi panas, membuat reuni dadakan kami terasa makin menyenangkan. Hingga akhirnya waktu menunjukkan tepat tengah malam, saatnya saya harus pulang.

hotels, transportation, accomodation, travel, culinary, indonesia


 

Related Titles

Banner
Advertorial