Bebek Goreng Kartosuro Pak Slamet di Gading Batavia

Setelah beberapa waktu lalu membaca review dari rekan-rekan yang mencoba BeGor Pak Slamet di Gading Batavia, akhirnya kemarin malam saya kesampaian makan di tempat ini. Kebetulan kemarin ada pemiliknya langsung (Ibu Nita) yang merupakan pembeli franchise dari BeGor Pak Slamet dan saya sempat ngobrol dengan beliau. Ya betul, ternyata BeGor pak Slamet ini sudah di Franchise (semi franchise) kan dengan model BELI PUTUS resepnya dan ijin penggunaan nama BeGor Pak Slamet untuk 1 lokasi. Kalo mau buka di lokasi lain, harus bayar lagi sejumlah uang sama seperti yang dibayarkan pada saat buka di lokasi pertama.


Karena modelnya beli putus, maka kebijakan tiap-tiap lokasi pun berbeda-beda. So far saya paling puas di "cabang" Gading Batavia ini, karena pelayanannya paling bagus, lokasi bersih dan bagus, dan gak pelit. Kenapa saya bilang gak pelit, karena di "cabang" Gading Batavia ini, kalo kita mau nambah sambel akan diberikan cuma-cuma (walaupun di menu tertulis extra sambal Rp. 3.000,-), dan lalapan yang disajikan lebih lengkap, karena ditambah daun pepaya rebus yang sangat lezat
karena gak berasa pahitnya (lalapan ini pun bisa nambah gratis lho).

 

Soal rasa, nampaknya pak Slamet benar-benar "menurunkan" seluruh ilmunya 100%, karena hampir di setiap cabang rasa bebek dan sambalnya mirip dengan yang di pusatnya. Yang gak bisa dibuat sama adalah ukuran bebek. Menurut bu Nita ukuran bebek tergantung dari pemasok. Kadang kalo pas stock bagus, ukuran bebeknya besar-besar. Kalo pas stock gak bagus, bebeknya kurang besar, sehingga kadang pembeli kurang puas :)

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang ada di benak saya selama ini, kok tiba-tiba Pak Slamet membuka cabang begitu banyak dalam waktu yang berdekatan. Ternyata sudah di franchise (semi -franchise) kan dengan sistem beli putus resep untuk masing-masing "cabang", yang tentunya pemiliknya sudah berbeda-beda di tiap "cabang".

Sekian info dari saya, semoga bermanfaat.

Salam,
David


 

Related Titles

Banner
Advertorial