Empek - empek di Bandung
Akhir maret kemarin saya Dan keluarga berlibur selama kurang lebih 2 minggu ke pulau jawa. Perjalanan dari batam ke Jakarta cukup lancar walaupun di pesawat sempat terjadi guncangan kecil yang cukup membuat jantung empot-empotan. Dari Jakarta berhubung nyampenya dah malam karena naik pesawat sore dari Batam langsung dilanjut dengan naik bis ke Bandung menuju rumah mertua.
Selama diBandung saya cukup menikmati suasana tempat wisata yang saya kunjungi hanya saja sayangnya saya tidak begitu bisa menikmati wisata kuliner saya ke tempat makan yang ditunjuk ma keluarga suami yang notabene menurut mereka terkenal Dan enak masakannya. Mungkin karena capek jadi lidah pun rasanya kurang bisa menangkap rasa dari masing-masing makanan yang saya cicipi. Termasuk rumah makan nasi bancakan yang sangat rame dikunjungi orang itu pun saya tidak bisa menikmatinya.
Setelah beberapa Hari yang melelahkan saya Dan keluarga pergi menjemput family suami yang datang dari daerah di terminal dago. Kebetulan saya pernah ikut orang tua tinggal di Palembang selama 13 tahun, begitu melihat ada warung empek-empek yang letaknya persis di seberang jalan masuk terminal dago saya pun melangkahkan kaki ke warung empek-empek yang bernama "LEMAK NIAN" yang artinya enak sekali. Jujur kalo melihat warungnya yang kecil saya pun tidak berharap banyak soal rasa empek-empeknya maupun cuko-nya apalagi ukuran empek-empek diwarung ini termasuk kecil daripada emepk-empek yang pernah dibeli dandisajikan mertua untuk saya. Saya pun memesan empek-empek campur Dan segelah teh tawar hangat berhubung cuaca saat itu mendung Dan mulai gerimis.
Begitu saya mencoba empek-empeknya sendiri udah lembut, ikannya berasa banget, nggak bau amis Dan tanpa dicelupin ke cuko pun sudah legit. Saya pun mencoba makan dengan cuko-nya saya kaget ternyata rasanya bener-bener LEMAK NIAN. Saya cukup takjub dengan empek-empek diwarung ini. Karena tidak beda jauh dengan rasa empekempek dikota asalnya. Apalagi saat saya nikmati sambil sesekali menghirup teh buatan is bude is pelayan diwarung tersebut biasa
dipanggil. Saya jadi penasaran akhirnya saya coba-coba bertanya kepada is Bude. Ternyata yang punya warung orang melayu Batam (wah suatu kebetulan sekali) tapi menikah dengan orang Palembang. Dan saya tamabh kaget ternyata the yang saya minum pun the Perenjak yang berasal dari Tanjung Pinang - Prov Kepri tidak jauh dari pulau Batam.
Setelah menikmati empek-empek Dan cuko-nya yang LEMAK NIAN itu. Saya merasa lebih semangat. Krn empeknya enak, cuko-nya mantap plus tehnya yang nendang banget deh. Di warung ini juga tersedia nasi kuning Dan lontong. Bahkan menu-menu tersebut jadi menu favorit anak - anak kos yang tinggal tidak jauh
dari warung tersebut. Wah semakin takjub saya dengan warung yang saya datangi ini.
Sayang saya tidak bisa berlama-lama duduk diwarung tersebut karena family suami sudah sampai diterminal Dago. Well saya cuma bisa bilang ini makanan yang TERENAK yang saya temui selama beberapa Hari di Bandung siapa tau keluarga Anda ada yang tinggal di Bandung Dan sekitarnya atau Ada yang kebetulan berlibur ke Bandung saya menyarankan untuk mencicipinya. Dijamin tidak akan kecewa.
