Momofuku Ando dan Cup Noodle-nya

Dalam penerbangan ANA dari Osaka ke Matsuyama (sekalian ralat: dalam FliRe ANA NH156, saya menulis jenis pesawat adalah Boeing 767-500, yang benar 767-300), dalam majalahnya ada sebuah artikel menarik mengenai Momofuku Ando. Ando adalah seorang penemu dari Jepang yang sangat suka makan mie jepang atau udon. Tujuannya adalah mencari cara untuk memasak udon supaya praktis dan bisa dibawa-bawa. Dan, pada suatu hari di musim semi tahun 1958, di sebuah garasi sederhana miliknya yang terletak di sekitar Osaka, Ando pun menemukan caranya. Mie harus digoreng kering seperti tempura, kemudian untuk melunakkannya kembali tinggal diberi air panas. Voila! Lahirlah mie instan!

Momofuku Ando kemudian menjual hasil ciptaannya dengan merek Cup Noodle di Jepang, yang langsung menjadi hit. Berbagai merek lain pun bermunculan, dan mie instan menjadi trend di dunia. Di tahun 2007, Cina menduduki peringkat pertama dalam konsumsi mie instan dengan 50 milyar bungkus per tahun. Nomor dua, adalah negara kita Indonesia, dengan 15 milyar bungkus per tahun, atau 65 bungkus per orang pertahun! Dengan demikian, orang Indonesia adalah penyantap mie instan terbanyak di dunia. Dalam artikel tersebut juga diceritakan sedikit mengenai `perjalanan' Cup Noodle. Di Jerman misalnya, merek `Cup Noodle' harus diganti menjadi `Cup Nudeln' karena lidah jerman sulit menyebut `N00dle'. Dan, ketika pada tauhn 2005 astronot jepang Soichi Noguchi melakukan perjalanan ke luar angkasa dengan pesawat Discovery, Cup Noodle pun membuat edisi mie khusus yang bisa disantap di luar angkasa. Namanya: `Space Ram'!

Pertanyaannya sekarang adalah: apakah mie instan baik untuk kesehatan? Hmm, Momofuku Ando adalah buktinya. Ia baru saja wafat dalam usia 96 tahun, setelah beberapa hari sebelumnya bermain golf di sekitar Tokyo. Dan ia setiap hari makan mie instan! Setelah ia wafat, kini didirikan sebuah museum yang didedikasikan untuk Momofuku Ando dan mie instan Cup Noodle di sekitar Osaka. Sayangnya, saya nggak sempat kesana, hehe. Tapi, saya mencicipi Cup Noodle asli Jepang dari vending machine di hotel. Harganya JPY 200,-, atau sekitar Rp 20.000,- rupiah - jauh diatas Indomie kita, hehehe.

Bagaimana rasanya? Beda dengan mie Indonesia yang bumbunya dipisah, Cup Noodle yang ini bumbunya sudah dicampur dengan mie-nya. Di dua kamar hotel yang saya inapi di Jepang, selalu disediakan sebuah ketel elektrik untuk memasak air, yang bisa digunakan untuk membuat teh, kopi, atau mie instan. Ketika dibuka tutupnya, terlihat ada potongan kecil daging, udang, dan telur yang dikeringkan. Air dituang, voila! Rasanya dibanding mie instan kita? Hmm, MSG-nya jauh lebih sedikit, hehe. Rasa udangnya sangat menonjol, ukuran udangnya kira-kira 2-3 cm, cukup besar. Yah, lumayan! Yang jelas, nggak mengandalkan MSG seperti mie instan kita, hehe. 

Cheers,
-Harnaz-
 

Related Titles

Banner
Advertorial