Baso Loncat Cafe D'Bang

I keep on saying to myself, "do not judge a book from its cover". Tapi teteup saja kepleset. Selesai urusan di ATM BCA, Depot Bangunan, Jl Raya Serpong, depan Alam Sutra, iseng ngelongok kedalem. Eeh, ada kantin kecil di sudut ruangan. Tampangnya jauh dari mengesankan, alias biasa aja. Ngelongok lebih kedalem lagi, ada counter baso loncat (yong tofu) di mulut pager antrean, persis sesudah ice cream. Di dalam kotak pendingin dengan pintu kaca menghadap atas, terlihat beberapa kotak baskom aluminum. Masing masing berisi isian dari repertoire baso loncat.

 

Tidak banyak, gak macem macem tapi cukup lengkap. Penampilannya biasa biasa saja, jauh dari heboh. Yang bikin saya tertarik sebenarnya potongan pare dan apalagi brokoli berbalut adongan kue ikan. Wah lumayan sehat neeh. Tunjuk sini tunjuk sini, kan dalem satu kotak. Bon ditulis untuk dibayar, dan "OK nanti diantar", lanjut antre menuju kasir di ujung yang satu lagi. Ada sekitar 8 potong dan butir dalam mangkok tadi, dan ditagih sekitar 25 ribuan. Total 50 ribu untuk dua mangkok baso dan teh botol sosro.Berdua kawan sejawat penggemar tanaman hias, kami duduk manis menanti. 

Dua mangkok ngebul, betul diantar dalam waktu lima menit saja. Mungkin karena masih jam 11:45, belum terlalu sesak pembeli. Sebagai dipping atau cocolan, dua lepek berisi sambal merah encer dan saus kecap cuka berisis rajangan cabe rawit mendampingi. Whoaaaa, kuahnya cakep banget. Ringan namun terasa membungkus sekujur lidah. Cita rasa kaldu hadir lengkap dengan seimbang. Bersih dari rasa lemak permukaan yang bisa membuat kaldu jadi turun kelas. Sebagai seasoning, terlihat tiga jenis taburan paling tidak digunakan. Tongcai, rajangan daun bawang kecil dan bawang putih rajang tergoreng.

Giliran digigit, isian yang dipilih tadi bener bikin gembira di hati, apalagi di lidah. Mulai dari baso ikan putih sampai beragam gorengan baso ikan, kue ikan, kue cumi, kue udang dan kue kepiting, semuanya ciamik. Halus, firm, terbuat dari bahan segar dan tentu saja gurih. Tampaknya kelompok gorengan ini juga sudah di blanch ulang sehingga melunturkan baluran minyak goreng berlebih. Kemudian dua jenis sayuran tadi ternyata menjadi kekuatan rasa juga. Apalagi brokoli yang masih crunchy menjadi pelengkap texture yang bona fide. Tapi yang juara dari para juara ini adalah tahu baso. Selain balutan kue ikan yang bermutu seperti lainnya; tahu tersebut bisa masuk peringkat dahsyat. Dia layak berdiri sejajar dengan tahu keluaran pasar petak sembilan. So smoooth, lengkap dengan semua ciri tahu unggulan. Kawan seiring bahkan bilang ini bukan tahu dari kedele tapi kacang ijo. Suap demi suap, gigit disusul kunyah. Aiih, pengalaman yang menyenangkan. 

Untung kepleset enak.

Salam,
GP - Cirendeu

hotels, transportation, accomodation, travel, culinary, indonesia


 

Related Titles

Banner
Advertorial