Perusahaan "Travel" Harus Lebih Lincah Promosi
Kebijakan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) dinilai akan berimbas pada industri travel Indonesia. Dengan adanya kebijakan ACFTA tersebut, agen travel harus lebih berani promosi ke luar negeri jika tidak ingin kalah saing.
Hal itu disampaikan Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwanda saat berbincang dengan pewarta di Gedung Depbudpar, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/1/2010). "Artinya, pasarnya terbuka lebar. Kalau nanti industri travel agen tidak bisa bersaing, masuknya asing akan lebih luas sampai ke daerah-daerah," ujar Sapta.
Menurut Sapta, kebanyakan agen travel Indonesia hanya berpusat pada wisata domestik tanpa mempertimbangkan untuk mempromosikan obyek wisata luar negeri. "Kita kan kebanyakan mengurus domestik, diajak main keluar masih terbatas," ujarnya.
Untuk itulah, paradigma industri travel dalam menghadapi ACFTA harus diubah dari yang semula mempromosikan wisata di dalam negeri menjadi lebih melihat peluang di luar negeri. "Harusnya ada agen travel yang berjualan di Malaysia, di Belanda," imbuhnya.
Meskipun sedikit mengancam industri travel, menurut Sapta, secara makro ACFTA juga memberi keuntungan kepada industri pariwisata. ACFTA juga dinilai dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia.
Source: http://travel.kompas.com/read/2010/01/22/19164776/Perusahaan..quot.Travel.quot..Harus.Lebih.Lincah.Promosi
